Thursday, February 14, 2008

Disorakin Abang Becak

"Ayo neng...ayo neng... cepeet..!!" begitulah teriakan para abang becak yg mangkal di stasiun Kereta Api Bandung. Sambil tertawa-tawa dan bertepuk tangan mereka menyoraki kami bertiga yang berlari-lari menuju stasiun sambil menenteng travel bag.  

Gak peduli dgn teriakan para abang becak, kami dengan sigap meloncat ke dalam kereta yg mulai bergerak perlahan. Asal loncat aja, di gerbong mana aja, yg penting terangkut ke Jakarta. Sesudah berhasil masuk baru kami cari2 tempat duduk kami sementara KA sudah melaju. Alhamdulillah gak kepleset....  

Kami betiga satu kos pada hari itu hendak "pulkot" (pulang kota) ke Jakarta (bukan pulkam krn Jkt bukan kampung ya...?!). Biasanya kalau pulang naik KA, kami membeli karcis langsung di stasiun pada hari keberangkatan. Tetapi karena saat itu musim liburan semester, maka untuk menghindari kemungkinan tidak pulang krn tidak dapet karcis, jadi kami jauh2 hari sudah membeli karcis di agen PJKA di Bandung (kalau gak salah di Jl. Riau ya friends... ? lupa aku, udah lebih dari 20 thn yg lalu.....!)  

Setelah sampai ke gerbong yg dituju, sambil ngos2an kami melemparkan tubuh kami ke tempat duduk, lalu cengar cengir dan tertawa2 mengingat peristiwa tadi. Semua itu karena kesalahan kami sendiri. Mentang-mentang udah dapet karcis jauh2 hari, kami lalai. Asik jalan2 ke Plaza Palaguna hunting oleh2, akhirnya kembali ke tempat kos kesiangan. Buru2 ganti baju dan angkut tas yg sudah siap, ngonci kamar, dan "terbang" naik angkot jurusan Dago - Stasiun. 

Walaahh!! jalanan macet pulak! Kami bingung dan panik. Waduh, bisa2 gak pulang ke Jkt nih.... batal deh ketemuan sama pujaan hati... (hehe... maksudnya orang tua dan adik2...). Begitu angkot berhenti di depan stasiun, kami "tiga dara anak kos2an" menenteng travel bag segera loncat turun dan berlari kencang. Jadilah kami obyek tontonan dan teriakan2 para abang becak. Khekiii.... tapi bodo amat! Kami gak peduli, terus berlari... berlari... padahal travel bag-ku berat maak.... maklum mau liburan panjang dan bawa oleh2.  

Huuh... pengalaman yg lumayan seru.... Masih untung dapet tempat duduk. Pernah lho aku naik KA Bandung - Jakarta, sepanjang jalan berdiri!! 3 jam perjalanan tuuh.... sekali2 aja nebeng nyenderin pinggul di sandaran tangan kursi orang (pasti orangnya pilih yg perempuan dong...). Padahal pegang karcis resmi tuh, beli di loket resmi, tapi karena musim liburan mahasiswa, kereta full jadi daripada gak pulang, pake karcis berdiripun tak apalah.  

Wah.. bener2 deh, penuh perjuangan. Itu di tahun2 pertama kuliah. Menginjak tahun2 terakhir, kalau pulang ke Jkt aku gak naik KA lagi tapi naik bis dari terminal Kebon Kelapa. Alasannya, ngirit! sebab, kiriman uang bulanan gak naik, tapi ongkos pulang naik. Apalagi deket2 nyusun skripsi, kan butuh biaya ekstra tuh, ya kudu pandai-pandailah berhemat. Yang penting tiap libur, harus pulang!