Saturday, February 2, 2008

Pernah Tenggelam





















Waktu jalan2 ke Pulau Pinang dengan suami dan anak2, kami ke pantai yg dikenal dgn nama Batu Ferringhi Beach. Entah mengapa diberi nama seperti itu, tapi mungkin ada hubungannya dengan batu2 besar yg berserakan di tepi pantai maupun di laut.




Melihat batu2 itu aku jadi ingat peristiwa mendebarkan di pantai Parang Tritis Yogyakarta sekitar tahun 1987. Waktu itu aku masih kuliah di Bandung. Bertiga dengan teman kosku yg cewek semua (kos2anku memang khusus cewek), kami jalan2 ke Yogyakarta. Di sana sudah menunggu 2 orang cowok mahasiswa UGM -sebut aja si A dan si B- yg merupakan teman lama salah satu teman kosku yg ikut ke Yogya itu.


Suatu hari kami berlima jalan2 ke pantai Parang Tritis. Kebetulan air sedang surut, batu2 karang besarpun bermunculan di pantai, dapat dengan mudah dijangkau karena sekelilingnya surut.


Biasalah anak muda.... foto..., foto... dan foto....,
dan pemandangan indah itu gak disia-siakan. Kami berempat naik ke atas batu karang yg paling besar, yg letaknya cukup menjorok ke tengah laut yg sedang surut. Kami berempat berpose, sementara B memotret kami dari tepi pantai.
Setelah satu kali pemotretan, kami bersiap untuk turun. Tiba2..... byuur!!! Dalam sekejap mata aku sudah berada di dalam air yg keruh penuh pasir, tepatnya...., aku tenggelam!! Dengan sekuat tenaga aku berusaha berenang walaupun gak tau ke arah mana, lalu tiba2 tubuhku terdorong arus air yg sangat kuat untuk kedua kalinya.


Yg aku tau aku telah berdiri di tepi pantai dengan baju basah kuyup, terbatuk-batuk dan sesak nafas karena hidung dan telingaku juga saku-saku bajuku penuh dengan pasir. Seketika aku sadar bahwa kami telah dihantam ombak yg sangat besar ketika berdiri di atas batu tadi.


Seketika aku teringat teman2ku yg lain...,
ya Allah....!! Ternyata kedua teman cewe'ku (teman2 kosku) terombang ambing di tengah laut dengan kedua tangannya melambai-lambai meminta tolong, dan mereka tidak bisa berenang! Seketika aku merasa takut luar biasa, melebihi rasa takutku waktu berada di dalam air tadi.


Untungnya si A yg berbadan tinggi besar, dengan sigap terjun dari batu besar tempat kami berdiri tadi dan menyelamatkan kedua temanku. Rupanya ketika ombak menerjang batu tempat kami berfoto, si A tidak turut jatuh terseret ombak karena badannya yg besar dan posisinya berdiri, sedangkan kami cewe' bertiga ini berbadan kecil dan dalam posisi duduk.


Alhamdulillah, kami semua selamat kembali ke pantai, walaupun kedua temanku mengalami luka2 karena saaat tenggelam mereka mencoba berpegang pada batu karang di dalam laut, tetapi karena derasnya arus yg menyeret mengakibatkan lengan mereka mengalami luka parut. Kamipun membersihkan diri di sumur. Duh, pengalaman itu benar2 membuatku takut... dan memetik pelajaran berharga.


Gak kebayang gimana jadinya kalau kami tadi terseret ombak dan hilang ditelan laut.
Gak kebayang kalau tadi aku yg berhasil selamat krn dilempar ombak ke tepi pantai, harus pulang ke Bandung sendirian karena kedua temanku hilang.... Pasti aku akan trauma berat, dan kapok pergi ke pantai. Padahal laut dan pantai adalah tempat kesukaanku, tempat favoritku... mungkin karena sejak kecil aku hidup di daerah laut dan pantai.


Sampai sekarang kalau pergi berekreasi ke pantai, aku selalu teringat peristiwa itu....
tapi teteeeuup.... pantai dan laut selalu membuat aku merasa tenang, tentram, dan amat mengagumi keindahannya dan kekuasaan Sang Maha Pencipta.